PUSTAKA MASJID AL MUHAJIRIN
Pustaka Masjid Al Muhajirin merupakan sarana literasi dan pembelajaran umat di lingkungan Masjid Al Muhajirin. Pustaka ini menyediakan berbagai koleksi buku keislaman, Al-Qur’an, kitab, majalah dakwah, dan bacaan umum yang bermanfaat untuk meningkatkan wawasan keagamaan dan pengetahuan jamaah. Dengan suasana nyaman dan tertata rapi, Pustaka Masjid Al Muhajirin diharapkan menjadi pusat belajar, tadabbur, dan motivasi untuk menumbuhkan budaya membaca di kalangan jamaah dari semua usia.
Pustaka Masjid Al Muhajirin berkolaborasi dengan pihak-pihak lain dalam hal pemberdayaan literasi masyarakat, diantaranya yaitu mensosialisasikan link pustaka dari beberapa sumber
RUANG BACA DAN DOWNLOAD E-BOOK
RUANG DISKUSI MUSLIM & NON MUSLIM
Dondi Tan (Muallaf, sebelumnya kristen)
Telusur link 1
Prof. Dr. Manachem Ali (Muallaf, sebelumnya kristen)
Telusur link 1
Pengakuan jujur seorang pendeta tentang bahaya LGBT
Telusur link 1
Mengapa ada non muslim mati dalam keadaan tersenyum? Hal ini terjawab dalam kitab At-Tadzkiroh karya Imam Al Qurtubi
Telusur link 1
Relasi Islam dan agama-agama lainnya
RUANG PELATIHAN
Pelatihan PINTAR secara Online (terjadwal sepanjang tahun dengan beragam jenis pelatihan, gratis dan bersertifikat)
Telusur link 1
Pelatihan JICA-MTCP (berbatas waktu di luar negeri)
Telusur link 1
MEMBENTUK MASYARAKAT PLURAL NON EKSTREM
Sangat menarik bukti otentik sejarah untuk semakin dipahami guna membangun masyarakat berperadaban mulia, "jangan melupakan sejarah" (jas merah) adalah hal yang relevan sebagai pembelajaran untuk hidup bersosial lebih baik lagi. Peristiwa pembentukan 'umat' pada masa nabi sangat menarik untuk dikaji ulang.
Ada beberapa pasal dalam Piagam Madinah untuk dikaji bersama, diantaranya :
Pasal 16: “Bahwa sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kami berhak atas pertolongan dan perlindungan. Tidak boleh dizalimi dan tidak boleh musuh ditolong untuk menyerangnya.”
Pasal 25: “Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat bersama orang-orang Mukmin. Bagi Yahudi agama mereka, dan bagi kaum Muslimin agama mereka. Hal ini berlaku juga bagi sekutu dan diri mereka, kecuali bagi yang zalim dan berdosa; hal itu hanya akan merugikan diri dan keluarganya.”
Pasal 30: “Bahwa sesungguhnya orang-orang yang terikat dalam piagam ini berkewajiban untuk saling tolong-menolong dalam menghadapi siapa pun yang menyerang Yatsrib (Madinah).”
Dari ketiga pasal tersebut bahwa muslim dan non muslim adakah satu umat (terikat dalam piagam Madinah) untuk saling tolong menolong (gotong royong) dalam kebaikan dan dilarang saling menyakiti. Secara kebetulan, Sukarno pernah menyampaikan bahwa 5 sila Pancasila jika diperas jadi satu adalah Gotong Royong
Peristiwa penting lainnya adalah Piagam Hudaibiyah antara kelompok nabi dan kelompok non muslim masyarakat Makkah yang berujung dihapusnya 7 kata, walaupun semua sahabat enggan menyetujui perubahan tersebut namun nabi tetap memerintahkan Ali bin Abi Thalib mencoret 7 kata tersebut agar segera tercapai kemufakatan dalam piagam tersebut. Hal ini mirip dengan Piagam Jakarta dengan dicoretnya 7 kata pada bagian tertentu (selanjutnya menjadi sila pertama Pancasila) setelah adanya protes perwakilan dari Indonesia bagian timur. Para Ulama' sudah sepakat itu final menerima perubahan tersebut dengan lapang dada sebagai amanat untuk terus dijaga dari generasi ke generasi sepanjang masa. Umat Islam telah menunjukkan sikap toleransi yang amat tinggi demi menjaga keutuhan bangsa yang telah memproklamirkan kemerdekaannya pada hari Jumat 9 Ramadhan 1364 H tanggal 17 Agustus 1945.
Doa untuk Indonesia dari para Ulama'
Doa 1. Doa 2. Doa 3. Doa 4. Doa 5. Doa 6. Doa 7. Doa 8. Doa 9. Doa 10. Doa 11 Doa 12. Doa 13 Doa 14
SELAMAT HUT KE-80 KEMERDEKAAN RI MENUJU GENERASI EMAS 2045

